Kisah Keajaiban Isra Miraj (Drs. Saifullah Al Aziz Senali Mohammad Syuhud etc.)

Keajaiban Isra dan Miraj

Kisah Keajaiban Isra Miraj


Peristiwa Isra' Mi'raj adalah persitiwa agung, ajaib, dan istimewa. Keagungan, keajaiban dan keistimewaanya bukan saja karena pada waktu itu Rasulullah saw menghadap langsung kepada Allah untuk menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama Islam, tetapi juga lantaran banyak keajaiban yang terjadi didalamnya yang penuh dengan rahasia dan hikmah sekaligus menjadi ujian keimanan bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mengingat kehebatan kandungan, rahasia dan hikmah yang bertebaran di dalamnya meminjam kata Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, maka para ulama Muslimin, para pemikir, dan para peneliti pada umumnya memiliki perhatian terhadap sisi- sisi kehidupan Nabi Muhammad saw dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Mereka membuat karangan, melakukan penelitian dan kajian dengan semangat kuat, berusaha dengan penuh kesungguhan, dan mencurahkan segala perhatian, sekalipun hal itu belum memenuhi hak dari pribadi yang mulia, agung dan besar ini, dan belum dapat memberikan hak yang semestinya terhadap beliau yang diberikan oleh Tuhannya dalam kedudukan agung dan satu-satunya ini. Sungguhpun demikian, pada hakikatnya hal itu dipandang sebagai perhatian penting yang perisah disaksikan dalam sejarah di sepanjang masa yang belum pemah didapatkan oleh pribadi mana saja, selain Muhammad bin Abdullah saw.

Sudah pasti, kita sebagai pengikut Nabi agung ini tergerak hati untuk menguak setitik keajaiban rahasia hikmah yang terkandung dalam pribadi agung, Rasulullah saw ini, mulai dari peristiwa kelahiranya, kehidupan keluarganya, kehidupan rumah tangganya, kiprahnya tengah-tengah masyarakat, peristiwa di diangkatnya menjadi Nabi dan Rasul, perjalanan dakhwahnya, termasuk dalam perjalanan Isra' Miraj-nya.

Berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Nabi agung ini memang perlu dikaji umat Islam. Namun karena kuasnya cakupan kajian dari berbagai sisi keajaiban Rasulullah saw, maka penulis hanya memilih satu sisi keajaiban saja dari beberapa keajaiban yaitu keajaiban peristiwa Isra Mi'raj. Isra' Mi'raj sedalah perjalanan Nabi Muhammad saw bersarna Malaikat Jibril dari Magdil Haraun Makkah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, dilanjutkan perjalanan dari Baitul Maqdis ke langit pertama sampai di langit ketujuh, pertemuan beliau dengan para Nabi, dibawanya ke Sidratal Muntaha, ditampakkanya surga dan neraka serta kondisi didalamnya, diturunkannya perintah shalat, dan sebagainya. Untuk menegetahui setitik keajaiban, rahasia dan hikmah itulah, penulis bermaksud menyuguhkan buku ini kepada para pembaca. Buku ini adalah merupakan rangkuman dari berbagai kajian tentang Isra' Mi'raj dari buku-buku yang ditulis para Ulama terdahulu, diantaranya adalah buku Qishatu al Mi'raj, karya Syaikh Najmuddin al Ghaithy, yang banyak dikaji di kalangan pesantren dan terkenal dengan sebutan kitab Dardir, kitabal Isra wa al-Mi'raj, karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Aqalany, Kitab Al Ayah al Kubră fi Syarhi Qishah al- Isra, karya Syaikh Jalaluddin as Suyuthy, dan kitab Wa huwa bi al-Ufuqi al-'A'la, karya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, dan kitab-kitab Izinnya yang mengkaji tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Semoga kajian ini bermanfaat bagi kita sekaligus menambah keyakinan, kekuatan iman, ketaqwaan, ilmu pengetahuan dan keluasan wawasan.

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Kisah Keajaiban Isra Miraj (Drs. Saifullah Al Aziz Senali  Mohammad Syuhud etc.)" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk BERDONASI untuk perkembangan blog ini

Ihyaul Mauta Fi Ahlil Baitil Musthofa Wal Mawaddati Fil Qurba | Buya Qurthubi Al-Jailani

Ihyaul Mauta Buya Qurthubi

Ihyaul Mauta Fi Ahlil Baitil Musthofa Wal Mawaddati Fil Qurba


Kitab Ihyaul Mauta Fi Ahlil Baitil Musthofa Wal Mawaddati Fil Qurba adalah karya Buya Qurthubi Al-Jailani Al-Bantani, seorang ulama asal Banten yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap Ahlul Bait dan keutamaan mencintai keluarga Rasulullah SAW. Judul kitab ini, jika diterjemahkan secara bebas, berarti Menghidupkan Hati yang Mati dalam Mencintai Keluarga Nabi Muhammad SAW dan Kasih Sayang kepada Kerabatnya.

Kitab ini membahas keutamaan Ahlul Bait, yakni keluarga Rasulullah SAW, serta urgensi menjaga hubungan cinta dan kasih sayang kepada mereka, sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Melalui kitab ini, dan juga bantahan terhadap Begal Nasab Imaduddin Bin Sarman al-Kaburi dan juga membahas tentang keabsahan Nasab Ba'alawi. Buya Qurthubi mengajak umat Islam untuk memahami lebih dalam hak-hak Ahlul Bait, menghormati mereka, dan menjadikan kecintaan kepada keluarga Rasulullah sebagai salah satu landasan kehidupan beragama dan jangan terprovokasi oleh Ki Imad Bin Sarman Al-Kaburi

Isi dan Tujuan Kitab


Kitab ini disusun dengan tujuan:

1. Menghidupkan Kecintaan kepada Ahlul Bait

Buya Qurthubi menegaskan pentingnya mencintai Ahlul Bait sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW. Cinta ini bukan hanya sebagai bentuk emosional, tetapi juga diwujudkan dalam penghormatan, doa, dan upaya menjaga warisan keilmuan mereka.

2. Dalil dari Al-Qur'an dan Hadis

Penulis mengutip banyak dalil dari Al-Qur'an dan hadis yang menunjukkan keutamaan Ahlul Bait. Salah satu dalil yang sering disinggung adalah firman Allah dalam Surah Asy-Syura ayat 23:

"Katakanlah (Muhammad): Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali rasa cinta kepada keluargaku."

3. Menjelaskan Posisi Ahlul Bait dalam Islam

Kitab ini juga membahas bagaimana Ahlul Bait memiliki peran penting dalam sejarah Islam, baik sebagai panutan spiritual maupun penjaga ajaran agama yang murni.

4. Menanamkan Mawaddah Fil Qurba

Konsep mawaddah fil qurba (kasih sayang kepada kerabat) dikupas tuntas sebagai kewajiban setiap Muslim. Hal ini meliputi penghormatan kepada keturunan Rasulullah dan menjaga hubungan baik dengan sesama umat Islam.

5. Berpegang Teguh terhadap Para Ulama Terdahulu

Kitab ini menegaskan pentingnya berpegang kepada pendapat dan panduan ulama terdahulu dalam memahami keutamaan Ahlul Bait. Buya Qurthubi mengingatkan bahwa para ulama klasik memiliki sanad keilmuan yang jelas dan otoritatif dalam membahas persoalan keutamaan keluarga Rasulullah. Dengan demikian, penghormatan kepada Ahlul Bait tidak hanya berdasarkan tradisi, tetapi juga memiliki dasar yang kuat dalam ilmu agama.

6. Bantahan terhadap Ki Imaduddin bin Sarman si Begal Nasab

Salah satu bagian penting dalam kitab ini adalah bantahan terhadap Ki Imaduddin bin Sarman, yang dikenal dengan julukan "Si Begal Nasab." Buya Qurthubi membantah pandangan Ki Imaduddin yang meragukan atau merusak keabsahan nasab keturunan Rasulullah SAW. Dalam kitab ini, beliau menunjukkan kelemahan argumen Ki Imaduddin dengan dalil yang kuat dan pendekatan ilmiah, sehingga pembaca dapat memahami kesalahan dalam pandangan tersebut.

7. Keabsahan Nasab Ba'alawi

Buya Qurthubi juga memberikan penegasan tentang keabsahan nasab Ba'alawi, yang merupakan salah satu garis keturunan Rasulullah SAW melalui Sayyidina Al-Husain RA. Penulis menyertakan bukti-bukti historis, sanad nasab, serta kesaksian para ulama terpercaya yang mendukung keaslian nasab ini. Penjelasan ini bertujuan untuk menepis keraguan dan fitnah yang sering diarahkan kepada keturunan Rasulullah SAW, khususnya yang berasal dari Hadhramaut.

Dengan tambahan poin-poin ini, kitab Ihyaul Mauta Fi Ahlil Baitil Musthofa Wal Mawaddati Fil Qurba tidak hanya berfungsi sebagai panduan kecintaan kepada Ahlul Bait, tetapi juga sebagai pembelaan terhadap kebenaran dan upaya melindungi keilmuan Islam dari distorsi.

Relevansi Kitab


Sebagai karya ulama Nusantara, kitab ini sangat relevan di tengah masyarakat Muslim Indonesia yang mayoritas memiliki tradisi kuat dalam menghormati ulama dan keturunan Rasulullah. Buya Qurthubi menyampaikan pesan-pesan penting dalam bahasa yang mudah dipahami, sehingga kitab ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan umat Islam dengan Ahlul Bait.

Kitab ini juga mengingatkan bahwa mencintai Ahlul Bait bukanlah sekadar tradisi, tetapi bagian integral dari ajaran Islam yang membawa keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dengan gaya penulisan yang penuh hikmah, Ihyaul Mauta menjadi bukti dedikasi Buya Qurthubi dalam menyebarkan nilai-nilai cinta dan penghormatan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW.

Kesimpulan

Kitab Ihyaul Mauta Fi Ahlil Baitil Musthofa Wal Mawaddati Fil Qurba adalah salah satu karya yang mengangkat nilai-nilai luhur dalam Islam, khususnya tentang mencintai Ahlul Bait dan juga pembahasan Keabsahan Nasab Ba'alawi. Buya Qurthubi Al-Jailani Al-Bantani menghadirkan karya ini sebagai panduan bagi umat Islam untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga Rasulullah sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan juga bantahan terhadap Ki Imadduddin bin Sarman Al-Kaburi


DOWNLOAD
إحياء الموتى في أهل بيت المصطفى والمودّة في القربى ( الطبعة الثانية )

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Ihyaul Mauta Fi Ahlil Baitil Musthofa Wal Mawaddati Fil Qurba | Buya Qurthubi Al-Jailani" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk BERDONASI untuk perkembangan blog ini

Buku Keabsahan Nasab Ba‘alawi Membongkar Penyimpangan Pembatalnya

Buku Keabsahan Nasab Ba'alawi

Buku Keabsahan Nasab Ba'alawi


Keabsahan mata rantai nasab dzurriyah Nabi Saw. dari jalur Sayidina Alwi bin Ubaidillah/Abdillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa al-Rumi atau yang dikenal Ba‘alawi sangat masyhur dan populer. Saking masyhurnya, seorang ulama terkemuka dari Lebanon, al-Imam al-‘Allamah Yusuf bin Ismail al-Nabhani (wafat 1350 H) menyatakan adanya ijmak bahwa Sâdah Ba‘alawi termasuk ahli bait Nabi Saw. yang paling absah nasabnya.

إن سادتنا آل باعلوي، قد أجمعت الأمة المحمدية في سائر الأعصار والأقطار، على أنهم من أصح أهل بيت النبوة نسباً

Kemudian, jauh sebelumnya, seorang muarrikh terkemuka dari Damaskus, Suriah, al-‘Allamah Amin bin Fadhlullah al-Muhibbi al-Dimasyqi (wafat 1111 H) mengatakan bahwa keabsahan nasab Sâdah Ba‘alawi ini “mujmi‘un ‘alaih ahlu al-tahqîq”, yaitu sudah disepakati (diijmak) para ulama ahli tahqîq:

وعلوي هو ابن عبيد الله بن أحمد بن عيسى فإنه جدهم الأكبر الجامع التنسيم ونسيم تجمع عليه أهل التحقيق وقد اعتنى ببيانه جمع كثير من العلماء

Bahkan, pengarang kitab Subulu al-Salâm yang sangat populer di Indonesia, al-Imam al-Amir al-Shan’ani (wafat 1182 H) menegaskan bahwa Sâdah Ba‘alawi adalah ahli bait tanpa keraguan sedikit pun, baik menurut syariat, logika, atau ‘uruf:

وهؤلاء آل أبا علوي جميعهم شافعية، وهم أمة كبيرة إلى أن قال فهؤلاء الذين ذكرناهم وأضعافهم من أهل البيت بلا ريب شرعاً وعقلاً وعرفاً

Tentu, apa yang disampaikan para ulama di atas bukan omong kosong, apalagi karangan tak berdasar yang lahir dari ruang hampa. Menisbahkan nasab sekelompok orang kepada selain datuknya, apalagi penisbahan palsu kepada Rasulullah Saw. adalah sebuah dosa besar, perbuatan terlaknat bahkan diancam masuk neraka oleh Rasulullah Saw. Rasulullah Saw. bersabda:

ليس من رجل ادعى لغير أبيه - وهو يعلمه - إلا كفر، ومن ادعى قَوْمًا لَيْسَ لَهُ فيهم، فليتبوا مَقْعَدَهُ مِنَ النَّار

“Tidaklah seseorang mengaku-ngaku sebagai keturunan selain ayahnya sedangkan dia mengetahui itu terkecuali dia melakukan kekufuran (dosa besar), dan siapa yang mengaku-ngaku sebagai bagian dari sebuah kaum/kabilah padahal ia bukan bagian dari kabilah tersebut, bersiaplah tempatnya di neraka.

Dalam hadis lain, Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sungguh, bohong atas namaku tidak sama dengan bohong atas nama siapa pun. Barang siapa yang berbohong atas namaku, bersiap tempatnya di neraka.”

Para ulama yang saleh akan sangat berhati-hati berbicara tentang nasab, terlebih nasab ahli bait Rasulullah Saw. Mereka yang memiliki rasa takut kepada Allah tidak akan bicara tentang hal ini (Nafyan wa Itsbatan), kecuali berdasarkan sumber data dan fakta yang sesuai standar syariat, ilmu nasab, dan sejarah.

Selain didata secara detail dan cermat secara turun-temurun oleh para nuqaba di internal Ba‘alawi, banyak ulama nasab (nassabah) dan ahli sejarah (muarrikh) serta ahli fikih (fuqaha) non-Ba‘alawi dari generasi ke generasi juga memberikan kesaksian atas keabsahan nasab Habaib Ba‘alawi. Pengakuan itu datang bukan hanya dari para ulama yang bermazhab Syafi‘i sesuai dengan mazhab fikih mayoritas Sâdah Ba‘alawi. Para ulama yang bermazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali pun mengakuinya. Bahkan, pengakuan itu bukan hanya datang dari banyak ulama aswaja. Saking populernya, banyak ulama dari luar aswaja—seperti Zaidiyyah—yang turut mengakui keabsahan nasab Sâdah Ba‘alawi sebagai dzurriyah Rasulullah Saw., sebagaimana akan kami uraikan dalam buku ini.

Anehnya, setelah hampir 1.000 tahun eksistensi keberadaan Sâdah Ba‘alawi, mulai dari kakeknya Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad sampai tersebar ke berbagai belahan dunia, khususnya Nusantara, tiba-tiba ada seseorang bernama Imaduddin bin Sarman menyatakan nasab Ba‘alawi tidak sah sebagai dzurriyah Nabi Saw., dan menuduh Ubaidillah bukan anak Ahmad bin Isa dengan berbagai dalih yang dikesankan “ilmiah”. Tuduhan itu dipropagandakan secara masif dan menimbulkan kegaduhan rasial, khususnya di media sosial.

Jika melihat Imaduddin bin Sarman yang meyakini pandangannya benar secara absolut (qath‘i), timbul pertanyaan sederhana: apakah puluhan sampai ratusan ulama besar Islam dari masa ke masa seperti al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami, al-Hafidz al-Sakhawi, al-Shan’ani, Sayid Bakri Syatha, al-Syarqawi, al-Hafidz Murtadha al-Zabidi, al-Nabhani, Syaikh Nawawi al-Bantani, dan lainnya telah secara kompak Salah Berjamaah dalam meyakini dan menyatakan ketersambungan nasab Ba‘alawi sebagai dzurriyah Rasulullah Saw. dan hanya Imaduddin yang benar?

Buku ini, insya Allah, akan membahas tuntas keabsahan nasab Ba‘alawi menurut ilmu nasab, fikih, dan sejarah, serta membongkar titik-titik penyimpangan Imaduddin dalam pembatalan nasab Ba‘alawi dan dampak negatif yang ditimbulkan di tengah umat akibat penyimpangan tersebut. Buku ini ditujukan kepada mereka yang mencari jawaban dan kebenaran, bukan yang menutup hati dengan kebencian.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Buku Keabsahan Nasab Ba‘alawi Membongkar Penyimpangan Pembatalnya" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemahan Alam al-Malaikah al-Abrar wa Alam al-Jinni wa Sayathin

Terjemahan Alamul Malaikat

Mengupas Tuntas Alam Malaikat, Jin & Setan Berdasarkan al-Qur’an dan Hadis


Beriman kepada yang gaib merupakan salah satu prinsip utama dalam akidah Islam yang tidak bisa dilepaskan dari kesempurnaan iman. Di antara makhluk yang masuk dalam kategori gaib adalah malaikat, jin, dan setan. Meskipun tidak kasatmata, mereka merupakan makhluk yang nyata, yang keberadaannya harus kita yakini berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an dan hadis.

Buku Rahasia Alam Malaikat, Jin, dan Setan karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar menjadi salah satu referensi utama dalam memahami makhluk-makhluk gaib ini. Dengan menggunakan dalil-dalil autentik dari al-Qur’an dan hadis, buku ini menyuguhkan penjelasan yang lengkap tentang eksistensi dan hakikat malaikat, jin, dan setan. Buku ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang topik ini, sehingga pembaca tidak hanya memperoleh ilmu tetapi juga dapat mengambil hikmah dari keberadaan makhluk-makhluk gaib tersebut.

Isi dan Pembahasan Buku


1. Malaikat: Sifat dan Tugasnya

Malaikat merupakan makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya dan selalu patuh kepada-Nya. Mereka tidak pernah membangkang dan selalu melaksanakan perintah Allah. Buku ini mengupas berbagai sifat dan kemampuan malaikat, tugas-tugas yang mereka emban, serta ibadah yang mereka lakukan kepada Allah. Selain itu, dibahas juga bagaimana kewajiban manusia terhadap malaikat, dan perbandingan antara manusia dengan malaikat dalam berbagai aspek.

2. Jin: Penciptaan dan Perannya dalam Kehidupan Manusia

Jin diciptakan dari api tanpa asap, dan mereka memiliki kemampuan serta kelemahan tertentu. Penulis menjelaskan tujuan penciptaan jin, definisi jin menurut syariat, serta bagaimana interaksi jin dengan manusia. Pembaca akan menemukan pembahasan yang komprehensif tentang kelemahan-kelemahan jin dan bagaimana mereka juga diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, seperti manusia.

3. Setan: Musuh Abadi Manusia

Setan adalah golongan dari jin yang durhaka dan berusaha menyesatkan manusia. Buku ini memberikan peringatan tentang bahaya setan, mulai dari tujuan jangka pendek dan panjang mereka, hingga strategi yang digunakan setan untuk menyesatkan manusia. Penulis juga menguraikan senjata yang bisa digunakan oleh orang beriman untuk melawan tipu daya setan, seperti doa-doa perlindungan dan amalan-amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.

Kekuatan dan Hikmah Buku


Buku ini tidak hanya menjelaskan eksistensi malaikat, jin, dan setan, tetapi juga membekali pembaca dengan pemahaman praktis tentang bagaimana kita, sebagai manusia, dapat berinteraksi dengan mereka secara bijak. Buku ini sangat relevan dibaca di tengah tantangan kehidupan modern yang sering kali membuat kita lupa akan realitas makhluk gaib ini.

Melalui bahasa yang mudah dipahami, Rahasia Alam Malaikat, Jin, dan Setan mampu memberikan wawasan yang menyeluruh dan menambah keimanan kita akan hal-hal gaib yang disebutkan dalam al-Qur’an dan hadis. Dengan meresapi isinya, kita diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah dan kehati-hatian dalam menjalani kehidupan di dunia, sehingga kita bisa selamat di dunia dan akhirat.

Buku ini layak menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang alam gaib, serta bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan kita sehari-hari.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemahan Alam al-Malaikah al-Abrar wa Alam al-Jinni wa Sayathin" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Al-Fath al-Mubin fi Thabaqat al-Ushuliyyin

Biografi
Ensiklopedia Ulama Ushul Fiqh

Ensiklopedia Lengkap Ulama Ushul Fiqh Sepanjang Masa


Perjalanan sejarah Islam tidak dapat dilepaskan dari kontribusi tokoh-tokoh berpengaruh, terutama dalam bidang ilmu ushul fiqh. Para tokoh inilah yang merumuskan berbagai hukum Islam yang kemudian diterapkan dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia.

Namun, sungguh disayangkan bahwa sangat sedikit, bahkan nyaris tidak ada, buku yang berhasil menyajikan dan mengupas secara menyeluruh biografi, perkembangan ilmu, serta metode ijtihad para ulama ushul fiqh sepanjang masa. Akibatnya, banyak umat Islam saat ini yang tidak mengetahui asal usul dan siapa saja yang berperan dalam menetapkan hukum-hukum Islam yang mereka ikuti.

Menjawab kebutuhan tersebut, Abdullah Musthafa al-Maraghi telah menyusun sebuah ensiklopedia lengkap mengenai para ulama ushul fiqh sepanjang masa. Buku yang diterjemahkan oleh K.H. Husein Muhammad ini menyajikan informasi yang sangat detail dan berbobot, sehingga sangat cocok dijadikan referensi utama bagi siapa saja yang ingin mempelajari lebih dalam tentang para ulama ushul fiqh dan pemikiran mereka.

Urgensi Biografi Ahli Ushul Fiqh (Ushuliyyin)


Kami berharap dapat menyajikan biografi para ulama ushul fiqh dari generasi ke generasi dan dari berbagai mazhab sebagai cara memperkenalkan dan menghargai keilmuan mereka. Dengan begitu, diharapkan kaum muslimin mengetahui peran-peran mereka dalam mengembangkan hukum Islam.

Pada umumnya, mereka yang berkecimpung dalam kajian ushul fiqh membaca pikiran-pikiran para ahli fiqh itu dan merujuk kepada karya-karya mereka. Akan tetapi, mereka jarang mengetahui nama- nama dan riwayat hidup mereka. Padahal, pengetahuan mengenai hal ini dalam kajian modern menjadi sesuatu yang penting, bukan saja karena memiliki manfaat yang besar, tetapi juga dapat memahami situasi dan konteks sosial di mana para pemikir fiqh tersebut hidup.

Buku-Buku Biografi


As-Suyuthi, dalam bukunya Husn al-Muhadharah, mengatakan bahwa dirinya telah menulis biografi para ahli ushul fiqh (thabaqat al-ushuliyyin). Kami berusaha melacaknya ke beberapa perpustakaan dan menanyakannya kepada para ulama, tetapi kami tidak menemukannya. Kami berharap bahwa buku ini merupakan buku pertama yang khusus mengetengahkan tokoh-tokoh pemikir hukum Islam ini.

Memang benar bahwa telah ada sejumlah buku biografi para ulama tersebut, tetapi umumnya hanya mengkhususkan diri pada satu mazhab, seperti ulama Hanafıyah, Malikiyah, Syafi'iyah, atau Hanabilah. Atau hanya pada bidang tertentu, seperti nahwu, atau sastra prosa maupun puisi. Kebanyakan juga hanya mengetengahkan tokoh sampai dengan kurun (abad) waktu tertentu, misalnya kurun kelima, keenam, kedelapan, atau kesepuluh. Buku ini sengaja kami tulis khusus mengenai tokoh-tokoh pemikir figh (ushuliyyin) sampai dengan abad ke-14 Hijrah, sesuai kemampuan dan pengetahuan kami.

Buku ini tidak hanya akan membicarakan para penulis, namun juga dikemukakan pikiran-pikiran mereka. Kami juga berharap, jika buku semacam ini terbukti belum pernah ada yang menulis, kelak akan ada orang-orang sesudah kami yang dapat menyajikannya secara lebih luas dan lebih lengkap. Kami tidak menganggap buku ini sudah cukup baik dan sempurna, bahkan sangat mungkin terdapat kesalahan dan kekeliruan. Meskipun demikian, kami berharap kepada Allah Swt. agar karya ini merupakan ibadah dan amal yang dapat diterima di sisi-Nya.

Sebelum memasuki uraian tokoh, kiranya perlu lebih dahulu diperkenalkan serba singkat mengenai ushul fiqh. Setelah itu, akan dikemukakan juga mengenai 'ilm al-jadal (ilmu berdebat) dan 'ilm al-khilaf (ilmu berdiskusi), untuk diketahui relevansinya dengan ilmu ushul fiqh.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Al-Fath al-Mubin fi Thabaqat al-Ushuliyyin" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Qira'ah Jadidah wa Ru'yah fi Qishash al-Anbiya 3 Jilid


Kisah Kisah Para Nabi


Kisah-kisah nabi merupakan sebuah realita yang episodenya akan sering terulang di setiap bagian hidup kita, meski dengan pelaku yang berganti-ganti. Membaca kisah-kisah tersebut, kita seakan-akan menyaksikan kehidupan sekarang dengan setting yang terjadi ribuan tahun silam.

Kini saatnya kita tidak lagi menyimak dongeng asyik yang justru meracuni dan meninabobokan akal. itu masa-masa yang sudah harus kita lewati. Kita harus mampu menjadi orang bijak yang dapat mengambil pelajaran dari kisah para pendahulu. Hal ini sebagaimana dijelaskan Ibnul Qayyim dalam salah satu pesanya: "Ketahuilah bahwa kebutuhan kita kepada para nabi lebih besar daripada kebutuhan jasad kita akan ruh ataupun mata kita kepada cahaya. Melalui perantara para nabi kita akan dapat mencapai ma'rifatullah, mengenal Allah. Ruh, cahaya, dan penglihatan hanya akan kita miliki setelah kita memperoleh ma'rifatullah. Padahal, kita tahu bahwa satu-satunya jalan mencapai ma'rifatullah itu adalah melalui perantara para nabi."

Pembaca, buku ini, dalam bahasa aslinya, yakni bahasa Arab, disajikan dalam satu buku, namun karena beberapa pertimbangan kami menerbitkannya menjadi tiga jilid terpisah.

Jilid pertama, berisi tentang penjelasan hikmah-hikmah penciptaan alam semesta, termasuk penciptaan manusia pertama, Adam a.s, dan Hawa hingga mereka diturunkan ke bumi. Lalu kisah Nabi Syith, Nabi Idris, dan Nabi Nuh dengan peristiwa banjir besarnya.

Jilid kedua, memuat kisah Nabi Hud, Nabi Shalih, tentang kemunkaran kaum Ad dan Tsamud dan perjalanan panjang kehidupan Nabi Ibrahim.

Jilid ketiga didalamnya dimuat kisah Nabi Yusuf, Nabi Uzair, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Yunus, Nabi Ayyub, dan keluarga Imran.

Selamat membaca dan semoga sajian "menu" dalam buku ini dapat menggugah kita untuk mengambil hikmah dan pelajaran, sehingga kita bisa meningkatkan kualitas hidup dalam rangka menuju ridha-Nya. Aamiin




Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Qira'ah Jadidah wa Ru'yah fi Qishash al-Anbiya 3 Jilid" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Al-Mus tafad min Qashash Al-Qur'an 2 Jilid

Kisah dalam Al-Qur'an

HIKMAH KISAH-KISAH DALAM AL-QUR'AN


Kisah-kisah dalam Al-Qur'an adalah sebenar-benamya kisah dan kisah-kisah terbaik. Di dalamnya mengand.-g nilai sastra yang sangat tinggi, makna yang sempurna, serta sangat besar hikmah dan manfaatnya. Kisah-kisah itu hadir dengan membawa pengaruhnya yang sangat kuat untuk memperbaiki hati, amal dan akhlak. Sebagaimana ditunjukkan dalam firman-Nya, "Knmi menceritalan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu." (QS. Yusuf:3).

Banyak sekali hikmah dibalik kisah-kisah di dalam Al-Qur'an tersebut, di antaranya: Penjelasan tentang kebijaksanaan dan kemahaadilan Allah, Penjelasan tentang karunia Allah terhadap orang-orang yang beriman, Hiburan bagi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam atas penderitaan yang beliau alami karena gangguan orang-orang yang mendustakan beliau, Motivasi bagi kaum mukminin agar istiqamah di atas keimanary Ancaman bagi orang-orang kafu atas kekafirannya, dan sebagai bukti atas kebenaran risalah yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam.

Buku ini menampilkan kisah-kisah para nabi dan rasul beserta kaumnya sejak Nabi Adam hi.gg" Nabi Isa Alaihimassalam. Begitu juga beberapa individu atau kelompok terhadap berbagai peristiwa yang mereka alami, seperti kisah Luqman Hakim, Ashabul Qaryah, Dzul Qarnain, Qarun, Ashabul Kahfi, pasukan gaiah, Ashabul Ulcltdud, dan kisah-kisah lainnya. Penulis menggunakan sistematika tematik ayat dalam menyajikan kisah-kisahnya sehingga uraiannya tersaji runtut dengan tetap terjaga keotentikannya. Selain itu, pelajaran dan hikmah yang disajikan sebagai penutup setiap kisah memudahkan pembaca dalam mengambil suri tauladan yang ada sekaligus menjadi kekuatan buku ini.

Buku'Kisah-Kisah Dalam Al-Qur'an' ini akan hadir edisi lengkap dalam dua jilid. Pada cetakan ke-2 dan seterusnya, buku yang menampilkan kisah-kisah para nabi dan rasul beserta kaumnya sejak Nabi Adam hingga Nabi Isa Alaihimassalam iti yang semula tidak berjilid akan menjadi jilid pertama, sedangkan jilid keduanya khusus akan menyajikan sejarah kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sejak turunnya wahyu hingga beliau wafat. Hal ini kami maksudkan untuk dapat menghadirkan kepada pembaca sejarah atau kisah-kisah yang terrraktub dalam Al-Qur'an secara lengkap.


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Al-Mus tafad min Qashash Al-Qur'an 2 Jilid JILID 1 | JILID 2" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Jami As- Sirah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Jamie Sirah

Kitab Jami As-Shirah: Sebuah Penelusuran Mendalam tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW


"Buku 'Kelengkapan Tarikh Rasulullah'" adalah sebuah buku yang diterjemahkan dari kitab sejarah yang berjudul "Jami as-Sirah" karya yang menghadirkan penelusuran mendalam terkait sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ditulis oleh seorang pakar sejarah Islam yang berpengalaman, beliau bernama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. buku ini menjadi salah satu rujukan utama bagi mereka yang ingin memahami secara komprehensif tentang kehidupan, ajaran, dan peristiwa-peristiwa penting dalam riwayat Nabi Muhammad.

Imam lbnu Oayyim Al-Jauziyah benar-benar berhasil menghidangkan sejarah Rasulullah yang membuat siapa saja betah berlama-lama membacanya. Bahasa buku ini mudah dimengerti, bahasan setiap tema tidak bertele-tele atau membosankan. Buku ini tidak sekadar berbicara tentang alur kehidupan sejarah Rasulullah dari A sampai Z. Tapi, juga termuat analisa-analisa menarik dan mendalam yang menjadi ciri khas lbnul Qayyim Al-Jauziyah

Sinopsis


Buku ini menelusuri kehidupan Nabi Muhammad SAW mulai dari masa sebelum kelahirannya hingga wafatnya. Pembaca diajak untuk memahami latar belakang sosial, politik, dan budaya di Arabia pada masa itu, serta bagaimana konteks tersebut memengaruhi perjalanan dakwah dan misi kenabian Nabi Muhammad.

Buku Terjemahan Kitab 'Jami as-Sirah" ini menjadi pelengkap kitab-kitab sejarah Rasulullah yang sudah Anda miliki. Membaca sejarah Rasulullah adalah awal langkah bagi kita untuk makin mencintai beliau. Sebab, dengan begitu kita akan memahami berbagai keteladanan dan kemuliaan beliau.

Penulis buku ini tidak hanya menyoroti peristiwa-peristiwa besar seperti hijrah, perang-perang, dan penaklukan kota Mekah, tetapi juga membahas aspek-aspek kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad, seperti hubungannya dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitarnya. Selain itu, buku ini juga memberikan analisis mendalam terhadap berbagai hadis dan riwayat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi, sehingga pembaca dapat memahami kontroversi atau perdebatan seputar beberapa peristiwa atau ajaran yang disampaikan.

Kelebihan


Salah satu kelebihan utama dari buku ini adalah keakuratan dan kejelasan penulisan. Penulis menggunakan metode penelitian yang teliti dan mengutamakan sumber-sumber yang terpercaya, sehingga informasi yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, gaya penulisan yang lugas dan mudah dipahami membuat buku ini menjadi bacaan yang menarik bagi berbagai kalangan, baik akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah Islam.

Buku yang berjudul asli "Jami Sirah" oleh Imam Ibnu Qayyim AJ-Jauziyah termasuk karya cemerlang dan menjadi perhatian khususnya para Ulama dan Para pemerhati sejarah di dunia Islam. Kami sebagai penerbit merasa berbahagia karena dapat mengambil peran serta dalam penyebaran buku ini kepada kaum muslimin. Kami memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan manfaat dan faidah yang besar melalui buku ini.

Kesimpulan


"Buku 'Kelengkapan Tarikh Rasulullah'" merupakan sebuah karya yang sangat berharga dalam memahami sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Meskipun tidak sempurna, buku ini tetap menjadi salah satu rujukan utama bagi mereka yang ingin mendalami kisah kenabian dan ajaran Islam secara lebih mendalam. Dengan penelusuran yang teliti dan analisis yang mendalam, buku ini menghidupkan kembali kebesaran dan keutamaan Nabi Muhammad SAW dalam pandangan umat Islam.

Hasungan doa dan terima kasih kepada seluruh pihak, yang telah ikut menanamkan saham kebaikan, dalam penerbitan buku ini sehingga dapat terbit dalam kemasan yang menarik, sebagaiman yaflgada di tangan pembaca sekarang ini. Akhirnya, semoga Allah, membimbing kita kepada jalan yang dicintai dan diridhai-Nya, Amin.


Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Jami As- Sirah | Ibnu Qayyim Al-Jauziyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Al-Imamah al-Uzhma inda Ahlusunnah wal Jama'ah


Konsep Keepemimpinan Dalam Islam


Kitab-kitab Klasik sangat jarang membahas secara tuntas tentang kepemimpinan. Boleh jadi, hal ini karena pada masa salafusaleh tidak ditemukan persoalan sebagaimana hari ini terkait kepemimpinan. Konsep kepemimpinan dalam Islam sebenarnya mencakup persoalan yang sangat kompleks, seperti akidah, fikih, sejarah, dan muamalah. Karena itu, tema kepemimpinan secara sekilas dibahas di setiap bidang ilmu tersebut. Tidak secara utuh.

Sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1342 H/1924 M, fenomena tentang pemimpin di kalangan umat Islam sangatlah beragam. Ada kalangan yang menganggap pemimpin atau ulil amir sebagai suatu jabatan yang sangat sakral sehingga pemangkunya harus ditaati secara mutlak. Ada pula kalangan yang tidak menaruh perhatian terhadap persoalan kepemimpinan ini, bahkan menjauhinya karena membaca hadits-hadits yang menganjurkan untuk menjauhi meminta jabatan serta ancaman terkait persoalan kepemimpinan dan jabatan.

Mengingat urgensi tema ini bagi umat Islam, Syekh Abdullah Ad-Dumaiji mengumpulkan pembahasan tentang kepemimpinan ini dalam disertasinya yang kemudian lulus dengan nilai cumlaude. Buku yang di tangan pembaca ini merupakan terjemahan dari disertasi beliau yang berjudul Al-Imadmah Al-‘Uzhma ‘inda Ahli Sunnah wa Al-Jamd’ah. Pembaca akan menemukan pembahasan yang lengkap tentang seluk-beluk pemimpin dalam Islam, seperti hukum imamah, tujuan imamah, ahlul halli wal ‘aqdi, hak dan kewajiban imam, pemakzulan imam, dan lain sebagainya.

Tidak berlebihan kiranya bila Penerbit Ummu! Qura menyebut buku ini sebagai masterpiece dari karya beliau, Syekh Abdullah Ad-Dumaiji. Memahami konsep kepemimpinan seperti yang Syekh jabarkan ini sangatlah penting bagi setiap muslim, agar dapat memandang, bersikap, bertindak secara proposional. Kami berharap terbitnya buku ini dapat memberikan sumbangsih bagi khazanah keilmuan umat Islam.

Akhirnya, kami berharap semoga usaha ini menjadi amal saleh yang diridai Allah SWT bagi semua pihak yang berkontribusi dalam penerbitannya, para pembaca, dan umat Islam secara umum. Akhir kata, segala puji bagi Allah semata. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Al-Imamah al-Uzhma inda Ahlusunnah wal Jama'ah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah al-Mu'jizat al-Ahmadiyah (Badiuzzaman Said Nursi)

Risalah Nur

Kumpulan Mukjizat Nabi Muhammad SAW: Memuat 300 Mukjizat Rasulullah


Buku ini adalah hasil terjemahan dari karya seorang Ulama Turki, Badiuzzaman Said Nursi, yang berjudul Al-Mukjiizat Al-Ahmadiyah. Menjelaskan lebih dari 300 mukjizat Rasul SAW yang menjadi indikator benarnya kerasulan beliau. Juga membahas Irhasat (peristiwa luar biasa yang terjadi sebelum beliau dinagkat menjadi Nabi).

Buku ini menjelaskan mukjizat Rasulullah SAW yang menjadi indikator benarnya kerasulan beliau. Selain mukjizat, buku ini juga membahas irhasat (peristiwa luar biasa yang terjadi sebelum Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi). Di antara mukjizat yang dijelaskan di dalam buku ini adalah Informasi Rasulullah SAW tentang peristiwa yang akan menimpa keluarga dan umatnya setelah beliau wafat, ramalan tentang masa depan, terbelahnya bulan, isrâ dan mi’raj, serta bagaimana beliau mampu berbicara dengan benda mati, binatang, mayat, jin dan malaikat.

Diantara mukjizat yang dijelaskan adalah informasi Rasul SAW tentang peristiwa yang akan menimpa keluarga dan ummatnya setelah beliau wafat, ramalan tentang masa depan, isra’ mi’raj, dll. Masing-masing dijelaskan melalui sumber dari hadist-hadist yang mutawatir dan sahih.

Diantara mukjizat Rasul SAW adalah seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “ aku melihat Rasul SAW saat waktu Ashar tiba. Ketika itu orang-orang mencari air untuk berwudhu, namun mereka tidak mendapatkannya. Kemudian Nabi SAW yang berada di Zawra diberi sebuah wadah. Beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah itu. Tiba-tiba air memancar dari jari-jemari beliau, maka orang-orang berwudhu darinya.”

Qatadah bertanya kepada Anas, “berapa jumlah kalian saat itu ?” Ia menjawab, “sekitar tiga ratus”.

Badiuzzaman Said Nursi lahir dari keluarga yang sederhana pada tahun 1877 M di Turki Timur. Karena dianugrahkan daya hafal dan intelektual yang luar bisa sehingga mampu manghapal dan mempelajari kitab-kitab terkait dengan ilmu tafsir, hadis, kalam dll dalam kajian Islam ketika umur 14 tahun. Karena kecerdasan dan keluasan ilmunya, para ulama memberikan gelar Badiuzzaman (orang yang mengagumkan sepanjang zaman). Selain mempelajari ilmu-ilmu agama, beliau juga mempelajari ilmu sains ketika tinggal di istana Tahir Pasya yang merupakan gubernur Propinsi Van pada tahun 1894. Dengan latar belakang pendidikan itu beliau ingin mendirikan sebuah madrasah bernama Madarasatuz Zahra yang berkonsep dipadukannya ilmu agama dan sains.



Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah al-Mu'jizat al-Ahmadiyah (Badiuzzaman Said Nursi)" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

History of the Arabs: Rujukan Induk dan Paling Otoritatif tentang Sejarah Peradaban Islam

History Of The Arabs

Diterjemahkan dari Buku History of The Arabs; From the Earlies Time to the Present, Karangan Philip K. Hitti. Ada banyak jalan untuk memahami Arab-Islam, dan buku ini adalah jalan lintas yang paling aman dan paling cepat.

Inilah karya tentang kemunculan Islam dan perkembangannya hingga Abad Pertengahan, gerak penaklukannya, kerajaannya, serta masa kejayaan dan kemundurannya, yang sangat komprehensif. Ia menyingkapkan seluruh kekayaan panorama historis yang mengesankan.

Philip K. Hitti melakukan telaah serius selama sepuluh tahun untuk menghimpun data-data historis tentang Arab-Islam. Ia merasa tak puas dengan hanya mengungkap data-data historis seputar pergantian penguasa yang berlangsung di dunia Arab-Islam. Ia melacak lebih jauh pada kondisi prasejarah bangsa Arab, termasuk kondisi geologi dan geografinya.

Menghadapi sebuah budaya yang sekian lama tidak mengenal tradisi tulis, tidak terbiasa mencatat berbagai peristiwa sejarah dalam buku harian, maka penelusuran dilakukan lewat tradisi lisan, juga jejak-jejak yang tergambar dalam berbagai artefak budaya, seperti keping mata uang atau kaligrafi yang ditulis di atas peti mati. Hitti dengan cerdik memanfaatkan semua itu sebagai data-data historis yang penting. Di tangannya, sejarah bukan hanya catatan tentang orang-orang besar, namun ungkapan rakyat kecil di pasar-pasar, atau coretan-coretan yang tercecer di pinggir jalan.

Dengan lugas, Hitti menyingkapkan fakta-fakta sejarah yang selama ini seakan tertutupi oleh subjektivitas keagamaan. Ia mengulas dengan objektif prestasi dan kegagalan yang dicapai oleh berbagai dinasti Islam. Ia juga layak mendapat acungan jempol karena mengulas dengan adil periode krusial dalam sejarah hubungan Islam-Kristen, yaitu periode Perang Salib.Buku klasik ini merupakan karya besar yang memuaskan dahaga kalangan pembaca umum maupun kalangan akademis.

“Kualitas karya Profesor Hitti ini sangat istimewa. Buku ini kaya dengan rujukan pada sumber-sumber primer dan orisinal. Halaman demi halaman sarat dengan analisis historis yang tajam dan meyakinkan”. New York Times.

Philip K. Hitti lahir di Libanon pada 1886. Sejak 1913 hingga kematiannya pada 1978, ia hidup di hampir semua negara bagian Amerika Serikat. Ia pertama-tama mengajar di Columbia, kemudian di Princeton, tempat ia pensiun pada 1954 sebagai profesor sastra semit dan Ketua Jurusan Bahasa-Bahasa Timur. Selain menulis sejumlah karya tentang dunia Timur, ia juga berperan aktif dalam berbagai kajian bahasa dan politik Timur Dekat dan giat dalam berbagai organisasi kebudayaan internasional.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "History of the Arabs: Rujukan Induk dan Paling Otoritatif tentang Sejarah Peradaban Islam" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk BERDONASI untuk perkembangan blog ini

Terjemah Shahabiyah Haula Rasul SAW


Terjemah Shahabiyah Haula Rasul SAW


Buku Biografi 35 Shahabiyah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Terjemahan dari Kitab Shahabiyat Haula Ar-Rasul karya Syaikh Mahmud Al-Mishri

Buku ini menggambarkan 35 shahabiyah Nabi secara teguh dan ikhlas membantu perjuangan dakwah Rasulullah di masa awal dan kejayaan Islam. Kita tentu pernah mendengar cerita ibunda Khadijah Bagimana dengan kekuatan akal dan harta yang dimiliki membantu secara total dakwah Nabi dari awal. Tatkala wahyu turun untuk pertama kali dengan sangat berat dan dahsyat kepada Rasulullah SAW, Khadijah ra menenangkan gejolak dalam hati, pikiran, dan raga beliau. Penuh kebahagiaan, haru, dan pengorbanan yang kesemuanya dibingkai dengan keimanan.

Berbeda dengan banyak buku yang sudah beredar, kisah yang disajikan merujuk pada dalil yang shahih baik dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah. Kisah yang disajikan masing-masing shahabiyah ditulis dengan narasi yang urut dengan gaya bahasa yang menarik.

Para sahabat Nabi Muhammad (SAW), yang dikenal sebagai Sahabat, memiliki status khusus dan dihormati dalam Islam. Keutamaan dan keutamaan mereka ditonjolkan dalam berbagai sumber Islam, termasuk Alquran dan Hadits (perkataan dan tindakan Nabi). Berikut adalah beberapa keutamaan dan keutamaan para sahabat:

Pujian dalam Al-Qur'an: Al-Qur'an menyebut para sahabat dengan cara yang positif dan mengakui pengorbanan dan pengabdian mereka kepada Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an (9:100): "Dan orang-orang yang mendahului pertama [dalam iman] di antara kaum Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan akhlak yang baik - Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada-Nya, dan Dia telah menyediakan bagi mereka taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai yang di dalamnya mereka kekal selamanya. Itulah pencapaian yang besar.”

Janji Surga: Nabi Muhammad (SAW) memberikan kabar gembira tentang surga kepada banyak sahabatnya selama hidup mereka, menegaskan status tinggi dan kebenaran mereka.

Partisipasi dalam Peperangan: Banyak sahabat berpartisipasi dalam pertempuran bersama Nabi (SAW) untuk membela Islam dan prinsip-prinsipnya. Keberanian dan pengorbanan mereka sangat dipuji.

Pelestarian Al-Qur'an dan Hadits: Para sahabat memainkan peran penting dalam menghafal dan melestarikan Al-Qur'an dan Hadits. Mereka meneruskan ajaran Nabi kepada generasi berikutnya, memastikan keaslian pengetahuan Islam.

Kedermawanan dan Amal: Para sahabat dikenal karena kemurahan hati dan tidak mementingkan diri sendiri. Mereka mendukung masyarakat dan membantu mereka yang membutuhkan, memberikan contoh kasih sayang dan kepedulian.

Masuk Islam: Para sahabat yang menerima Islam pada tahun-tahun awalnya, meskipun menghadapi penganiayaan dan kesulitan, sangatlah dihargai. Mereka memeluk Islam dengan ikhlas dan beriman.

Ikatan Keluarga: Banyak sahabat adalah kerabat dekat Nabi Muhammad (SAW), termasuk istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya. Kedekatan mereka dengan Nabi menambah kehormatan mereka.

Kontribusi Ilmiah: Beberapa sahabat menjadi ulama dan ahli hukum, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan yurisprudensi dan pengetahuan Islam.

Penting untuk dicatat bahwa para sahabat dianggap sebagai generasi terbaik dalam Islam setelah para Nabi, dan tindakan serta ajaran mereka menjadi pedoman bagi umat Islam untuk diikuti. Cinta dan rasa hormat terhadap para sahabat merupakan hal mendasar dalam tradisi Sunni dalam Islam. Setiap sahabat dihargai karena kualitas unik dan kontribusinya terhadap komunitas Islam awal.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Shahabiyah Haula Rasul SAW" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Komik Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W

Komik Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W

Kisah Isra' dan Mi'raj merupakan peristiwa luar biasa dalam tradisi Islam yang menceritakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra') dan perjalanan melintasi langit-langit (Mi'raj). Kisah ini terdapat dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Isra (Surah ke-17). Berikut adalah ringkasan kisah tersebut:

1. Isra' (Perjalanan Malam):


Pada suatu malam, Allah memilih Nabi Muhammad SAW untuk mengalami perjalanan ajaib dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dalam sekejap mata, Malaikat Jibril datang dan membawa Nabi Muhammad SAW menuju perjalanan luar biasa ini.

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi terdahulu seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan lainnya. Bersama-sama, mereka melaksanakan shalat di Masjidil Aqsa.

2. Mi'raj (Perjalanan ke Langit):


Setelah peristiwa Isra', Nabi Muhammad SAW mengalami Mi'raj, yaitu perjalanan ke langit-langit yang lebih tinggi. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW melintasi tujuh langit, bertemu dengan para nabi dan mendapatkan berbagai wahyu.

Di setiap langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi yang berkedudukan tinggi seperti Nabi Adam, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Di setiap langit, mereka memberikan salam dan memberikan petunjuk kepada Nabi Muhammad SAW.

Hingga akhirnya, Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang di mana tidak ada makhluk yang dapat melewati. Di sini, beliau berbicara langsung dengan Allah SWT dan menerima perintah-perintah-Nya.

3. Kembali ke Mekah:


Setelah pengalaman yang luar biasa ini, Nabi Muhammad SAW kembali ke Masjidil Haram di Mekah. Meskipun perjalanan ini melibatkan perpindahan waktu dan ruang yang luar biasa, Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekah dalam waktu yang sangat singkat.

Kisah Isra' dan Mi'raj menunjukkan kebesaran Allah SWT dan memberikan bukti kepada umat Islam tentang kenabian Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini juga menekankan pentingnya shalat, karena dalam peristiwa ini, Allah menetapkan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam. Kisah ini mengajarkan tentang keimanan, kepatuhan kepada perintah Allah, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Komik Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W


Berikut adalah ringkasan komik tentang kisah Isra' dan Mi'raj:

Panel 1: Mekah, Masjidil Haram


Gambaran Nabi Muhammad SAW tidur di Masjidil Haram di Mekah.

Panel 2: Isra' (Perjalanan Malam)


Nabi Muhammad SAW dibawa oleh Malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam sekejap mata.

Panel 3: Masjidil Aqsa, Yerusalem


Nabi Muhammad SAW tiba di Masjidil Aqsa dan bertemu dengan para nabi sebelumnya, seperti Nabi Musa dan Nabi Isa.

Panel 4: Mi'raj (Perjalanan ke Langit)


Nabi Muhammad SAW naik ke langit-langit bersama Malaikat Jibril. Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi dan menerima petunjuk dari Allah.

Panel 5: Sidratul Muntaha


Nabi Muhammad SAW mencapai tempat tertinggi, Sidratul Muntaha, tempat tidak ada makhluk yang bisa mencapainya. Di sini, beliau berbicara langsung dengan Allah.

Panel 6: Waktu Kembali


Setelah menerima perintah Allah, Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekah melalui perjalanan yang sama. Saat kembali, waktu yang dihabiskan dalam perjalanan ini seolah-olah hanya sekejap mata.

Panel 7: Kembali ke Mekah


Nabi Muhammad SAW kembali ke Masjidil Haram di Mekah, dan orang-orang kaget menyaksikan keajaiban ini. Beliau kemudian menceritakan peristiwa Isra' dan Mi'raj kepada para sahabatnya.

Komik ini memberikan gambaran visual yang menarik dan informatif tentang peristiwa luar biasa ini dalam sejarah Islam. Namun, penting untuk diingat bahwa kisah ini memiliki makna yang mendalam dan mengandung pelajaran spiritual bagi umat Islam.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Komik Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Kitab Hayatu Muhammad

Sejarah Hidup Muhammad

Kitab Hayatu Muhammad inilah yang dijadikan pedoman oleh pengarang-pengarang lslam di seluruh Dunia Islam dalam Angkatan 1935 ke atas, sebagai sambungan daripada pengaruh Farid Wajdi, Thanthawi Jauhari, Rasyid Ridha dan lain-lain.

Ada suatu masa Perpustakaan Islam laksana "kecurian" oleh masuknya pengaruh kaum Orientalis ke dalam kalangan Intelektuil beragama Islam yang mendapat didikan Barat, sehin gga karangan-karangan mereka itu adalah gambaran belaka daripada didikan yang mereka terima dari Orientalis-orientalis itu di Universitas-universitas Barat. Mereka pun turut, dengan sadar atau tidak sadar, menganalisa Islam, tetapi dengan kaca mata Orientalis. Waktu itulah timbul Thaha Husain dengan bukunya Fi Syi'ril Jahili. Zaki Mubarak dengan bukunya Al-Akhlaqu 'Indal Gazali, Mansur Fahmi dan lain-lain, yang seakan-akan menilik Islam dari luar, bukan sebagai orang dalam.

Dengan tampilnya Husain Haekal membawa gayanya yang baru, membicarakan Sejarah Nabi s.a.w. dengan penuh cinta dan penyelidikan, dan membanding juga "suguhan-suguhan" yang dikemukakan Orientalis-orientalis itu, angkatan muda Islam mendapat tameng baru untuk mempertahankan agamanya, yang diberikan oleh seseorang yang dunia Orientalis sendiri mengakui bahwa dia adalah seorang ahli pikir dan sastrawan Mesir yang tidak dapat diabaikan.

Maka tersebarlah buku Hayatu Muhammad itu di seluruh Dunia Islam. Kebetulan sekali kami bersama saudara Zainal Abidin Ahmad yang mengeluarkan majalah-majalah Islam Pedoman Masyarakat dan Panji Islam pada sekitar tahun 1935 dan 36 itu, yang baru berhenti setelah pecah perang Pasifik, buku Haekal Hayatu Muhammad dan Fi Manzilil Wahyi telah menjadi pelopor kami buat menghadapi pengaruh kaum Orientalis yang tidak pula sedikit atas kaum terpelajar didikan Barat di Indonesia ini, sehingga sampai suatu waktu dua orang berpendidikan Barat Sumandari Suroto mengarang Sejarah perkawinan Nabi Muhammad s.a.w. dengan Zainab, sesudah Zainab diceraikan Zaid, mereka siarkan karangan itu dengan tendenz apa yang mereka pelajari atau baca dari buku-buku kaum Orientalis.

Kami dapat menangkis karangan yang bermaksud merendahkan martabat Nabi dari 'Jarum" Orientalis itu dengan petunjuk-petunjuk yang didapat dari buku Hayatu Muhammad.

Al-Ustaz H. Zainal Arifin Abbas yang sangat asyik menulis Sejarah Nabi s.a.w. pun banyak mengambil faedah dari buku Hayatu Muhammad tersebut dan diperhatikannya juga apa yang dijelaskan oleh Haekal tentang kaum Orientalis dan penilaian beliau atas mereka

Selain dari Sejarah Hidup Nabi yang dikupas secara modern dan ilmiah, Haekal telah menulis panjang lebar dalam Kata Pendahuluan buku tersebut, terutama Pendahuluan Cetakan Kedua, pandangan dan kritik beliau tentang sikap kaum Orientalis dalam menguraikan Sejarah Hidup Nabi s.a.w. yang banyak dicampuri oleh maksud tertentu, schingga sikap mereka banyak yang tidak lagi objektif malahan mengandung maksud terlebih dahulu buat meruntuhkan kebesaran Nabi dan memungkiri bahwa Quran itu adalah wahyu.

Beberapa fitnahan yang diperbuat oleh kaum Orientalis itu, dengan mengemukakan dalil-dalil yang lemah, atau riwayat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seumpama fitnah tentang garaniq' perkawinan Nabi dengan Zainab bekas istri hamba-sahaya yang dimerdekakannya, Zaid. Beliau bantah juga dengan argumentasi yang ilmiah. Pendapat yang dikemukakan oleh kaum Orientalis, bahwa Al-Quran itu tidak asli lagi, telah banyak tambahan di belakang Nabi dan lain-lain sebagainya, beliau bantah dengan menkonfrontasikan pendapat satu Orientalis dengan Orientalis yang lain. Dibantahnya pula Seorang penulis Mesir sendiri yang mengkritik bukunya itu pada cetakan pertama. Penulis Mesir itu menuduh Haekal terlalu "berat sebelah", karena tidak berpegang kepada pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh kaum Orientalis, hanya berpegang kepada sumber-sumber Arab saja Sebab itu keterangannya tidak sesuai dengan analisa yang modern!

Di "basuh" oleh Haekal "pengarang" Mesir tersebut, yang rupanya sudah memandang bahwa hasil penyelidikan kaum Orientalis itulah yang benar, walaupun mengenai Nabi Muhammad sendiri, Nabi dari penulis Mesir itu, karena dia masih mengaku Islam. Si penulis Mesir itu memperkecil Haekal karena mengemukakan sumber Arab. Haekal rnenjelaskan bahwa Orientalis-orientalis itu pun mengambil dari sumber yang sama tetapi membuat opini sendiri sesuka hatinya. Bukan sebagai si penulis Mesir itu, yang sumbernya semata dari Orientalis, dan tidak menguasai bahasanya sendiri!

Apabila kita baca buku llayatu Muhammad dalam asli bahasa Arabnya, kita belum akan berhenti membaca sebelum selesai tamat sampai ke akhir. Karena bahasa yang dipakai, keindahan susunannya, keluasan ilmunya dan keteguhan hujahnya. lnilah yang telah diusahakan menerjcmahkan ke bahasa Indonesia oleh Ali Audah, yang semangatnya dalam membina perkernbangan bahasa Indonesia, mendekati pula kepada semangat Dr. Husain Haekal, pengarang dan sastrawan Mesir itu, dalam memakai bahasa Arab di zaman modern.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Kitab Hayatu Muhammad" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini

Terjemah Uqala Al-Majanin | Abu al-Qasim an-Naisaburi


Kisah orang-orang yang dianggap gila


Kitab Kebijaksanaan Orang-orang Gila 500 Kisah Muslim Genius yang Dianggap dalam Sejarah Islam Ditulis 1.000 Tahun yang Lalu

Kitab ini ditulis atas perminta'an murid-muridnya, karena setiap kisah mengandung hikmah, dan banyaknya hikmalh yang datang dari orang gila dalam sejarah islam

Buku ini ditulis melalui periwayatan yang ketat dan dikumpulkan dari kisah-kisah nyata dan dari kisah orang-orang yang dijumpai oleh penulis

Keunggulan buku ini diterjemahkan oleh penerjemah propesional, ditulis dengan persyaratan yang ketat, diterjemahkan untuk pertama kali dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia, Buku pertama yang pernah ditulis tentang kisah-kisah orang yang dianggap gila dalam sejarah Islam

Abu al-Qasim an-Naisaburi


Pengarang Kitab ini adalah Abu al-Qasim al-Hasan bin Muhammad bin al-Hasan bin Habib an-Naisaburi (w. 406 H/1016 M) beliau lahir di Khurasan, wilayah timur Persia Kuno
Karya-karya

Karya-karya Abu a-Qasim al-Hasan bin Muhammad bin al-Hasan bin Habib an-Naisaburi

  1. At-Tanzil wa Tartibih
  2. Uqala al-Majanin
  3. Beberapa Kitab tentang Tafsir, Qira'at dan Sastra
  4. Gila dalam Budaya Arab

Arti Gila


Gila menurut Bahasa atau Secara Etimologi Gila (junun) berarti istitar (tertutup). Ketika orang Arab mengatakan Janna asy-syai'u yajunnu jununan Artinya: sesuatu itu tertutupi (istatara). Kalimat ajannahu ghairuhu ijnanan berarti sesuatu yang lain terlah tertutupi (satarahu).

Kata-kata Sinonim dengan kata Gila atau Majnun

  1. Al-ahmaq (dungu/bodoh)
  2. Al-ma'tuh Yaitu orang yang terlahir dalam kondisi gila
  3. Al-akhraq Yaitu orang yang tidak becus dalam menentukan dan mengatur
  4. Al-ma'iq. Kata kerjanya, aqa yamiqu Yang berarti bebal
  5. Array', yaitu orang dungu yang menghancurkan pendapat dan pikiranya sendiri

Macam-macam Orang Gila

  1. Al-ma'tu'h, yaitu orang yang terlahir dalam kondisi gila
  2. Al-mamrur, yaitu orang yang akal sehatnya terbakar
  3. Al-mamsus, Yaitu orang gila akibat dirasuki jin dan setan
  4. Al-asyiq, yaitu orang yang dibuat gila oleh rasa cinta

Kisah orang saleh dan cerdas yang dianggap Gila

Dianatara kisah tokoh yang disajikan diantaranya

  1. Uwais al-Qarni ra, Orang Islam pertama yang dicap gila. Nama lengkapnya Uwais bin Abi Uwais
  2. Abu Atha' Said al-Majnun, alias Sa'dun. Pria yang dianggap gila berasal dari Bashrah (Irak)
  3. Abu al-Hasan Ulayyan bin Badar al-Majnun Berasal dari Kufah, Irak
  4. Hayyan bin Hintam dari kota Bashrah
  5. Razam orang gila dari Tharsus
  6. Umru'ul Qais, Penyair gila dari suku Badui
  7. Habannaqah Orang gila di Qaisi
  8. Jassas, Pria gila dari Badui
  9. Rihanah, Perempuan gila di daerah Aballiyah
  10. Asiyah, Perempuan gila dari baghdad
  11. Hayyunah, Perempuan gila di daerah Ahwazi
  12. Salmunah, Perampuan gila di daerah Abadan

Salah satu pelajaran penting dari buku ini berdasarkankenyataan di atas tentu saja perhatian pada unsur-unsur kebatinan (bâthiniyyah], ketimbang hanya terpaku pada unsur-unsurpermukaan [zhahîriyyah).

Sebagai manusia biasa, kita memangcenderung menilai faktor-faktor lahiriah, sementara Tuhanlah yang menentukan aspek-as pek batiniah, sebagaimana dalam ungkapan, “Naitnu nağkumu bi azh-zhawâhir wa Allâh yaltkumu bi as-snroir.”Namun fokus pada aspek-aspek yang tampak saja, acapkali menjerumuskan kita pada kekeliruan.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Uqala Al-Majanin | Abu al-Qasim an-Naisaburi" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada lebih rezeki silahkan untuk berdonasi untuk perkembangan blog ini